11 Februari 2020 12:34:59
Ditulis oleh admin

Profil Desa Sembung

PROFIL  DESA SEMBUNG

 

  • Kondisi Desa

2.1.1. Sejarah Desa

Pada zaman penjajahan Belanda setelah peperangan di Penogoro di Surakarta salah seorah prajurit Pangeran Diponegoro mengembara sambil menyebarkan agama Islam kemudian sampailah Beliau di suatu tempat, tepatnya di pinggir sungai. Dan pada saat itu disekitarnya masih berupa hutan lebat tanpa ada penghuni, kemudian prajurit itu memutuskan untuk menetap ditempat itu beliau bernama ALI MURTADHO dan  beliau merupakan orang pertama yang  menetap dipinggir sungai, dalam istilah jawa disebut TAPELAN. Beliau adalah orang yang pertama kali babat alas dan menetap ditapelan tersebut. Pada zaman itu mbah Ali Murthadho membawa cantrik dan dinikahkan mempunyai anak yang bernama kinolo Joyo dan Beliau mempunyai anak yang bernama KANCING dan menjadi kepala desa pertama di Sembung. Kenapa dinamakan Sembung? karena pada saat itu terdapat pendatang yang menempati suatu tempat, mereka tinggal secara terpisah -pisah. Setelah itu banyak pendatang yang mulai berdatangan sampai dengan sekarang dan tinggal ditempat- tempat daerah tersebut. Sehingga tempat yang dulunya penduduknya berpisah - pisah akhirnya  saling berdekatan dan menyambung menjadi satu wilayah.

Sejarah Pemerintahan Desa:

Pada zaman penjajahan Belanda Desa Sembung terbagi dalam 2 kelurahan yang terdiri dari kelurahan Sembung dan  Kelurahan Wirun. karena terpisah oleh sungai kening sehingga di bagi menjadi 2 dusun agar sistem pemerintahan desa lebih mudah. Masing-masing dusun dipimpin oleh Kamituo sedangkan kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang dibantu oleh Bayan, Petengan, Kamituwo dan Jogoboyo.

Seiring dengan  perkembangan zaman kedua kelurahan tersebut berubah menjadi satu desa yaitu desa Sembung yang terdiri dari dua dusun antar lain Dusun Krajan, dan Dusun Wirun. Sejak terbentuk Desa Sembung telah mengalami pergantian kepemimpinan (Kepala Desa)  sebagai berikut :

 


SILSILAH PEMIMPIN PEMERINTAHAN

DESA SEMBUNG

  • Tahun 1871–1902, Desa Sembung dipimpin oleh Kancing
  • Tahun 1902–1912, Desa Sembung dipimpin oleh Ngarijan
  • Tahun 1912–1922, Desa Sembung dipimpin oleh Wani
  • Tahun 1922–1942, Desa Sembung dipimpin oleh Joyo Sentiko
  • Tahun 1942–1979, Desa Sembung dipimpin oleh Abdul Hadi
  • Tahun 1979–1980, Desa Sembung dipimpin oleh PJ Sojo
  • Tahun 1980–1988, Desa Sembung dipimpin oleh Hadi Sutarno
  • Tahun 1988–1990, Desa Sembung dipimpin oleh PJ Sojo
  • Tahun 1990–1997, Desa Sembung dipimpin oleh Jayusman
  • Tahun 1997–1999, Desa Sembung dipimpin oleh PJ Hendro Basuki, S.H
  • Tahun 1999–2000, Desa Sembung dipimpin oleh Suhartono
  • Tahun 2000–2002, Desa Sembung dipimpin oleh PJ Suyono
  • Tahun 2002–2007, Desa Sembung dipimpin oleh pardi, S. Pd
  • Tahun 2007-2013 , Desa Sembung dipimpin oleh Harsoyo, S. H
  • Tahun 2013-2019 , Desa Sembung dipimpin oleh Pardi, S.Pd.
  • Tahun 2019-Sekarang, Desa Sembung dipimpin oleh Pardi, S.Pd

 

2.1.2  Demografi

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2019, jumlah penduduk Desa Sembung adalah terdiri dari 1.672 KK, dengan jumlah total 4.752 jiwa, dengan rincian 2.362 laki-laki dan 2.390 perempuan.

Secara Topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran sedang yaitu sekitar 31 m di atas permukaan air laut, terletak di Kecamatan Parengan  Kabupaten Tuban memiliki luas administrasi 442.326 Ha, Secara administratif, Desa Sembung  terletak di wilayah Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga.

Di sebelah Utara berbatasan dengan desa Ngawun

Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Rayung

Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Rayung

Di sisi timur berbatasan dengan Sukorejo

Jarak tempuh Desa Sembung. ke ibu kota kecamatan adalah 15 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30  menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 60 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam.

Pola pembangunan lahan di desa Sembung lebih didominasi oleh kegiatan pertanian pangan yaitu palawija (padi, kedelai, jagung) dengan penggunaan pengairan tadah hujan.

Aktifitas mobilisasi di Desa Sembung cukup tinggi, khususnya mobilisasi angkutan hasil-hasil pertanian maupun sumber-sumber kegiatan ekonomi lainnya.  Selain itu juga didukung fasilitas pendidikan serta fasilitas Kesehatan berupa PUSKESMAS Pembantu yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Namun demikian masih banyak permasalahan yang akhirnya menimbulkan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran dan kenakalan remaja.  Hal tersebut terjadi karena keberadaan potensi yang ada di desa  kurang ditunjang oleh infrastruktur yang memadai dan sumber daya manusia yang memenuhi, misalnya keberadaan lahan pertanian yang luas di Desa Sembung tidak bisa mengangkat derajat hidup petani karena produktifitas pertaniannya tidak maksimal bahkan relatif rendah.

Hal tersebut disebabkan karena sarana irigasi yang kurang memadai serta sumberdaya para petani baik yang berupa modal maupun pengetahuan tentang sistem pertanian modern yang relatif masih kurang.  Akibatnya banyak masyarakat petani yang taraf hidupnnya masih dibawah garis kemiskinan.

 

2.1.2.1  Pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Sembung dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5

Tamatan Sekolah Masyarakat

No

Keterangan

Jumlah

Prosentase

1

Tidak/Belum Sekolah

1.081

22 %

2

Belum Tamat SD/Sederajat

553

11 %

3

Tamat SD/Sederajat

1.463

30 %

4

SLTP/Sederajat

986

20 %

5

SLTA/Sederajat

535

11 %

6

Diploma I/II

6

0,1 %

7

Diploma III/S.Muda/Akademi

15

0,3 %

 

Diploma IV/Strata I

110

2 %

 

Strata II

3

0,06 %

       Jumlah Total

4.752

100 %

Dari di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Sembung hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan tingkat SMA. Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.

Masih terdapat kekurangan kualitas tingkat pendidikan di Desa Sembung, tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Untuk Sarana pendidikan di Desa Sembung sekarang ini tersedia di mulai dari tingkat PAUD(KB dan TK/RA) dan pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP) sampai Pendidikan Menengah atas/Madrasah aliyah.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Sembung, yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun kurangnya minat dari warga juga mempersulit usaha untuk mengadakan pelatihan dan kursus. Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada belum bisa berkembang. 

 

  • Kesehatan

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Dari data yang didapat menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat sedang sampai cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca yang tidak bisa diprediksi, serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Sembung secara umum.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2019 di Desa Sembung berjumlah 538 peserta dan ada 669 pasangan usia subur. Ketersediaan fasilitas kesehatan yang ada di desa Sembung berupa Puskesmas Pembantu (PUSTU) yang keberadaannya sangat membantu bagi warga desa Sembung.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkaoit kualitas balita, di tahun 2019 ini ada 2 balita yang masuk dalam kategori Gizi Buruk, serta ada 17 balita yang masuk kategori Gizi kurang. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Sembung ke depan lebih baik.   

 

2.1.3 Keadaan Sosial

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Sembung, tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pileg, pilpres, pilkada, dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Pada bulan April dan Juli tahun 2018 masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Kepala Daerah dan PEMILU secara langsung. Walaupun Tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pemilihan kepala Desa, namun hampir 75% dari daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di desa Sembung.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Sembung mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Sembung mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Sembung kurang mempunyai antusiasme, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Dalam hal kegiatan keagamaan, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya agama islam dan sosial budaya Jawa. Hal ini tergambar dari adanya Lembaga Pendidikan Agama Islam seperti Madrasah, TPQ, MADIN hingga Pondok Pesantren semakin meningkat pesat, akan tetapi masyarakat juga tidak melupakan budaya adat jawa seperti halnya slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan adat Jawa.

Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Sembung. Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah menjadi suatu kesatuan kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Sembung. Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Sembung. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial

 

2.1.4 Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Sembung Rp. 30.000,- Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Sembung dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.

Tabel 6

Mata Pencaharian dan Jumlahnya     

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Prosentase

1

Pertanian

1.098

23 %

2

Jasa/ Perdagangan

1. Jasa Pemerintahan

 

294

6 %

2. Jasa Perdagangan

1.085

22 %

3. Jasa Angkutan

12

0,25 %

4. Jasa Ketrampilan

37

0,77 %

5. Jasa lainnya

33

0,69 %

3

Sektor Industri

4

0,08 %

4

Sektor lain

2.189

46 %

Jumlah

4.752 orang

100,00 %

 

2.2.   KONDISI PEMERINTAHAN DESA

  • PEMBAGIAN WILAYAH DESA

Wilayah Desa  Sembung terdiri dari 2 Dusun yaitu : Sembung krajan, dan Wirun, yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di desa sembung, dari kedua dusun tersebut terbagi menjadi 4 Rukun Warga ( RW ) dan 16 Rukun Tangga ( RT ).

 

2.2.2. STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA

Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Sembung memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya.

Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Sembung tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini:

Bagan I

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan

Desa Sembung

 

 


Tabel 1

Nama Pejabat Pemerintah Desa Sembung

 

No

Nama

Jabatan

1

Pardi, S.Pd

Kepala Desa

2

Zainul Arifin, S.Pd.I

Sekretaris Desa

3

Moh. Nashiruddin, S.Pd.I

Kaur TU & Umum

4

Muntholib, S.Pd

Kaur Keuangan

5

Trisno, A.Ma.Pd

Kaur Perencanaan

6

Ali Munthaha

Kasi Pelayanan

7

Lilik Supomo

Kasi Pemerintahan

8

Sutrisno, S.Sos

Kasi Kesejahteraan

9

Hariantoko

Kadus Krajan

10

Eko Sulistiyono

Kadus Wirun/Mulyosari

Tabel 2

Nama Badan Permusyawaratan Desa Sembung

 

No

Nama

Jabatan

1

Setya Pambudi

Ketua

2

Sri Kundari, S.Pd

W. Ketua

3

M. Ikhwan Fakhrudin, S.Pd.I

Sekretaris

4

Moh. Muqorrobin, S.Pd

Anggota

5

Imron Rosyadi, S.Ag

Anggota

6

Sri Ningsih

Anggota

7

Rusdimin

Anggota

8

Nur Huda

Anggota

9

Siti Nurcholisah, S.Pd

Anggota

 


Tabel 3

Nama-nama LPMD Desa Sembung

 

No

Nama

Jabatan

1

WARSITO

Ketua

2

SUPARNO

W. Ketua

3

SUNARTI

Sekretaris

4

HARSUMI

Anggota

5

ROHMAT KISWONO

Anggota

6

MUSYAROPAH

Anggota

7

SUMINTO

Anggota

8

SUKO CAHYONO

Anggota

9

SITI EKOWATI

Anggota

10

RUPI’I

Anggota

 

Tabel 4

Pengurus Karang Taruna Desa Sembung

 

No

Nama

Jabatan

1

TAUFIQ DWI BIYANTORO

Ketua

2

DLIY’AUL FUAD, S.Pd.I

W. Ketua

3

SIGIT ARIYANTO, S.Pd

Sekretaris I

4

FAIZ MUJTABA, S.Pd.I

Sekretaris II

5

MOCH SUTRISNO

Bendahara I

6

SUPRAPTO, S.Pd

Bendahara II

7

 

Anggota

8

ABDUL KARIM

Anggota

9

SUKIBIN

Anggota

10

AHSIN FAWAID

Anggota

11

M. MASHURI

Anggota

12

MUHAIMIN SUTAPA MARGIMULYANTA

Anggota

13

WAHYU HIDAYAT

 

14

MOH NIAM

 

 

 

Tabel 5

Susunan Pengurus TIM Penggerak PKK

Desa Sembung

 

                         NO.

 

JABATAN DALAM TIM PENGGERAK PKK DESA

                                                          N A M A           

 

                                                         

1.

Ketua

Ny.Dini Setiarini  Pardi

 

 

Wakil Ketua I

Ny.Sayidatul H. Zainul Arifin

 

 

Wakil Ketua II

Ny.Siti Azizah Eko Sulistiyono

 

 

Wakil Ketua III

Ny.Dewi Anisah  K.H.Muhibbin

 

2.

Sekretaris I

Ny.Ranjyeo Santy W. LilikSupomo

 

 

Sekretaris II

Ny.Ratna Nashiruddin

 

 

Sekretaris III

Ny.Nanik Trisno

 

 

 

 

3.

Bendahara I

Ny.Sun’atin Hariantoko

 

 

Bendahara II

Ny.Julaikah Muntholib

 

4.

Kelompok Kerja (POKJA I)

 

 

Ketu  Ketua

Ny.Istiqomah

 

 

Sekretaris

Ny.Ismiyah Marsidin

 

 

Anggota

Ny.Wahyuni Prawito

 

 

Anggota

Ny.Lilis Suryaningsih Supandi

 

 

Anggota

Ny.Maslikah Miftachus S.

 

 

Anggota

Ny.Hamidathul Latifah Sigit A

 

 

Anggota

Ny.Marlik Hari

 

 

Anggota

Ny.Dewi yasmidi

 

 

Anggota

Ny.Supriyani Sutrisno

 

5.

Kelompok Kerja (POKJA II)

 

 

Ketua

Ny.Siti Munatiah Jambari

 

 

Sekretaris

Ny.Mizumrotin Nafisah Darsono

 

 

Anggota

Ny.Susan Nur Hasyim

 

 

Anggota

Ny.Yunaidah Darwoto

 

 

Anggota

Ny.Siti Nur Hidayah Murbiyanto

 

 

Anggota

Ny.Nurul Suminto

 

 

Anggota

Ny.Siti Nuzul Fitria Mujiono

 

 

Anggota

Ny.Hidayah Munib

 

 

Anggota

Ny.Nur Ahmad F.

 

6

Kelompok Kerja (POKJA III)

 

 

Ketua

Ny.Hidayatuz Sutrisno

 

 

Sekretaris

Ny. Tri Sunarti Edy S.

 

 

Anggota

Ny.Surini Kasno

 

 

Anggota

Ny.Sun’atin Hariantoko

 

 

Anggota

Ny. Muryatin Suwarno

 

 

Anggota

Ny.Naning Darmani

 

 

Anggota

Ny.Dwi Astuti Gurnadi

 

 

Anggota

Ny.Sinar Puspita Sari Didik Y.H

 

 

Anggota

Ny.Surati Abdul Muis

 

 

 

 

7.

Kelompok Kerja (POKJA IV)

 

 

Ketua

Ny.Maemunah Ali Muntaha

 

 

Sekretaris

Ny.Narti Subani

 

 

Anggota

Ny.Siti Fatimah Muslih

 

 

Anggota

Ny.Sugiyatmi Mulyono

 

 

Anggota

Ny.Siti Khoiriyah Warsito

 

 

Anggota

Ny.Musaropah Manik Hidayat

 

 

Anggota

Ny.Sri Kundari Taufiq Dwi B.

 

 

Anggota

Ny.Yuli Ni’amah Setya Pambudi

 

 

Anggota

Ny.Maspu’ah Barno

 

 

Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Sembung kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus