25 Juli 2019 12:28:24
Ditulis oleh Admin

Profil wilayah desa Sembung

sembung-parengan.desa.id - Desa Sembung yang terletak dataran Rendah  dan sebagian terletak di Pinggiran Sungai kening. Desa Sembung merupakan dataran rendah yang meiliki ketinggian tanah dibawah 31 m dari atas permukaan laut. Desa Sembung memiliki luas wilayah 301.840.000Ha, dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : Desa Saringembat Kec.Singgahan
  2. Sebelah Timur : Desa Ngawun,Desa Sukorejo Kec.Parengan
  3. Sebelah Selatan : Desa Rayung Kecamatan Senori
  4. Sebelah Barat : Desa Rayung Kecamatan Senori

Pola penggunaan lahan di Desa Sembung lebih didominasi Sebagian Pedagang dan pertanian yanitu palawija ( padi, kedelai dan jagung,Holtikultura ) dengan penggunaan lahan Irigasi Setengah Teknis ).

Jarak tempuh Desa Sembung ke Ibu Kota Kecamatan adalah 15 Km,yang dapat di tempuh dengan waktu ¼ Jam  Sedangkan jarak tempuh ke Ibu kota Kabupaten 46 Km,yang dapat ditempuh dengan waktu 1,5 Jam

Pola Pembangunan Pada Masyarakat Desa Sembung sebagian didominasi kegiatan dagang Sembako dan bahan pokok makanan dan sebagian pertanian pangan yaitu Polowijo( Padi,Jagung,Kedelai,Kacang ) dan Holtikultura ( Melon,Cabai Dll ) dengan menggunakan pengairan sebagian Irigasi ½ Teknis dan Tadah Hujan.

Aktifitas mobilisasi Desa Sembung Cukup Lancar khususnya untuk mengangkut hasil Panen maupun sumber-sumber kegiatan ekonomi lainnya.Selain itu juga didukung Fasilitas Pendidikan umum maupun Pendidikan dibingan Agama semua berjalan dengan baik,serta Fasilitas Kesehatan berupa Puskesmas Pembantu yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan Pelayanan Kesehatan.

Namun demikian masih banyak permasalahan yang akhirnya menimbulkan masalah-masalah sosial seperti Kemiskinan,pengangguran,dan kenakalan Anak Remaja.Hal tersebut terjadi karena keberadaan lahan sumber daya manusia yang  kurang memenuhi.misalnya keberadaan Lahan pertanian yang luas Di Desa Sembung tidak bisa mengangkat derajat pola hidup yang semua serba mahal.maka para petani produktifitas pertaniannya tidak maksimal bahkan diwaktu musim Panen relatif  harga Gabah  Murah.

Para petani pedesaan pengetahuan tentang sistem penglolahan lahan pertanian tidak bisa mengikuti bayak alat-alat pertanian yang Modern. sampai saat ini masih meggunakan Sistem Manual.akibatnya banyak masyarakat petani yang taraf hidupnya masih dibawah garis kemiskinan.



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus